Jalan-jalan ke Toraja

Toraja, atau lebih lengkapnya Tanah Toraja yang biasa juga disingkat Tator, siapa yang tidak kenal dengan daerah ini? Satu dari sedikit daerah di negeri ini yang masih konsisten menjaga adat istiadat dan keindahan alamnya
Entah sudah berapa kali saya berkunjung ke daerah ini? mungkin tak kurang dari sepuluh kali, baik itu untuk urusan pekerjaan saya sebagai orang EO ataupun hanya sekedar datang untuk bertamasya, tapi entah kenapa tidak pernah sedikitpun ada rasa bosan untuk datang kembali

Perjalanan saya kali ini sedikit beda dari kedatangan saya yang dulu-dulu, kali ini bersama 4 orang teman kami melakukan perjalanan ala backpacker, traveling murah! Semurah apa sih? Simak perjalanan saya
Tanggal 19 Januari 2012 malam, kami berlima bertemu di perwakilan angkutan bus Bintang Prima, setelah menyelesaikan uang sewa sebesar Rp. 100,000 kami pun menempati kursi yang telah disiapkan, sekedar info untuk perjalanan ke Toraja ada 3 kelas bus yaitu bus standar Rp. 80,000, VIP Rp. 100,000 dan VVIP Rp. 120,000, dari segi kenyamanan pasti anda sudah bisa menebak mana yang paling nyaman
Jumat pagi tanggal 20 Januari 2012 pukul 5.30 kami sudah memasuki kota Makale ibukota kab. Tanah Toraja, kali ini kami sepakat untuk hombase di Rantepao ibukota kab. Tanah Toraja Utara, kabupaten pemekaran dari kabupaten Tanah Toraja
Kami mendapatkan penginapan murah meriah di “Pelangi Home Stay”, untuk 2 hari 2 kamar kami hanya membayar 500,000, jadi kami berlima hanya mengeluarkan 100,000 untuk penginapan 2 hari. Tempatnya lumayan bersih, soal kenyamanan tidak kalah dengan penginapan mahal yang ada
Untuk berkeliling ke tempat2 wisata yang akan kami kunjungi, kami menyewa sepeda motor yang banyak disewakan di kota ini, salah satunya adalah tempat kami menyewa di dekat lapangan Bakti Rantepao, untuk perhari kami harus merogoh kocek sebesar 60,000/motor

image

Inilah tempat-tempat wisata yang kami datangi dan sangat kami rekomendasikan untuk anda kunjungi:

Batutumonga terletak di lereng Gunung Sesean yang merupakan gunung tertinggi di Toraja. Jaraknya sekitar 20 km dari kota Rantepao. Tempat ini selain terkenal karena keindahan alamnya, juga memiliki udara yang sangat sejuk. Tidaklah heran jika Batutumonga menjadi semacam “Puncak” bagi orang-orang Toraja. Perjalanan kami sedikit terhambat karena turun hujan

Setelah hujan reda, perjalanan kami lanjutkan menuju ke Kete’ Kesu’. Datang ke Toraja akan belum lengkap bila tidak berkunjung ke tempat yang satu ini, Tongkonan ada, Kuburan Batu ada, patung Tau-tau ada, lapak penjual assesoris juga ada, tempatnya pun hanya 4 km dari kota Rantepao, pemandangan khas Toraja juga di lengkap di tempat yang satu ini, komplit! Untuk masuk, kita harus membayar retribusi sebesar Rp. 10,000/orang

image

Puas berfoto plus nafas ngos-ngosan karena menapaki anak puluhan anak tangga, kami pun beranjak meninggalkan Kete’ Kesuk menuju kearah selatan (Makale) tempat yang kami lalui dan mejadi tujuan kami selanjutnya adalah Londa, beda dengan tempat yang lain, Londa adalah area wisata pekuburan yang berada didalam gua, untuk masuk ke gua tersebut kita harus menuruni anak tangga kemudian memasuki lorong batu yang sempit. Udara yang lembab menyebabkan alat penerangan yang menggunakan baterai akan cepat soak, tapi jangan khawatir, di Londa ini ada banyak jasa guide sekalian penyewaan lampu petromaks, untuk lampu petromaks dikenakan biaya sewa 25,000 sedangkan untuk pemandu hanya seikhlas pengunjung. Di sekitar kawasan Londa juga banyak lapak penjualan kerajinan khas Toraja, jarak dari jalan raya hanya sekitar 2 km.

image

Tempat selanjutnya yang kami tuju adalah Tilanga, sebuah permandian alami yang airnya sangat sangat dingin dan jernih khas air pegunungan. Daya tarik dari permandian ala mini adalah beberapa belut yang ukurannya lumayan besar

Selanjutnya, masih ke arah selatan menuju kota Makale, pekuburan didinding batu di Lemo, konon dinamakan Lemo (selain karena berada di desa Lemo) karena dinding batu yang dijadikan makam teksturnya kasar menyerupai kulit lemo atau jeruk

image

Jam menunjukkan pukul 1 siang, udara Toraja yang panas saat siang hari membuat badan gerah, dan yang pas saat suasana seperti ini adalah berendam dikolam. Tujuan kami selanjutnya adalah permandian air panas Makula’, sebenarnya air panasnya tidak panas-panas amat, malah kesannya hangat, mungkin karena pengaruh udaranya yang sejuk. Untuk sampai ke Makula’ kita harus menempuh sekitar 10-12 km dari poros Rantepao-Makale, sangat jauh memang, tapi jangan khawatir, itu semua akan terbayar dengan memanjakan mata menyaksikan hamparan pemandangan yang sangat indah

image

Dua jam kami berendam dikolam air panas Makula’, perjalanan kami lanjutkan berkeliling dikota Makale, bila berkunjung dikota makale sempatkanlah singgah dikolam kota dan berfoto, ditengah kolam kota ada patung Lakipadada, legenda Tanah Toraja

Sore hari, kami habiskan waktu berbelanja di pasar Bolu, dipasar ini banyak oleh-oleh khas Toraja yang harganya lumayan miring dibandingkan harga di lokasi wisata

image

Inilah catatan perjalananku bersama para sahabat di Tanah Toraja, salam tas punggung!

@rerealfareezy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s